Tidak Punya Uang Bukan Kendala Masuk Kuliah - Sisi Lain Young Engineer Tidak Punya Uang Bukan Kendala Masuk Kuliah

Tidak Punya Uang Bukan Kendala Masuk Kuliah



Hallow agan-agan...
Kali ini saya akan bahas mengenai tips agar bisa masuk kuliah walaupun terkendala dana dan beberapa tips tambahan untuk dapat bertahan semangat kuliah (drop-drop dikitlah, hahahaha..)

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah harapan bagi setiap siswa SMA/sederajat yang ingin meraih mimpi di pilihan disiplin ilmu yang diminatinya. (Nih buat anak abu-abu pada fokus!!)

Tulisan ini saya dedikasi kepada para siswa/i Indonesia yang memiliki mimpi tinggi walaupun kesulitan ekonomi yang menimpanya, bukan buat siswa/i yang hobi tawuran & keluyuran sana-sini, kecuali dia ber-taubat.

Biaya pendidikan tinggi di Indonesia semakin tahun semakin mahal tanpa kita sadari, entah konspirasi apa yang dipakai di dalam birokrasinya sehingga menjadi sesuatu yang tak terbantahkan. Hal ini menyebabkan masyarakat Indonesia, terutama dari kalangan menengah ke bawah menjadi urung untuk melanjutkan pendidikan anak/saudara/cucu-nya ke perguruan tinggi. Padahal menurut UU pendidikan adalah hak setiap warga negara. Miris!!. Emang. Tapi ga perlu patah semangat gitu. Kita memang rakyat kecil tapi itu tidak selamanya, karena semangat besar akan mengubah kita menjadi orang-orang besar. Semangat!!


Saya sempat survey ke beberapa SMA/sederajat, lalu menyakan siapa yang ingin kuliah, hampir semua siswa/i di kelas tersebut angkat tangan, bukan hanya sekolah di kota, tetapi sekolah di daerah-daerah kabupaten pun punya semangat yang sama. Di daerah dimana belum setiap rumah punya kamar mandi sendiri. Di daerah dimana belum semua siswa/i-nya yang sebelum pergi sekolah sarapan terlebih dahulu. Di daerah dimana siswa/i-nya ikhlas belajar walaupun setiap tahun mereka tidak berganti seragam baru, sepatu baru, dan tas baru. Hal-hal seperti itu mereka jalani dengan ikhlas di saat bersamaan siswa/i di kota sedang menangis pada orangtuanya untuk dibelikan motor.

Semuanya punya antusiasme untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tapi di saat itu juga mereka punya kekhawatiran tidak bisa melanjutkan pendidikan.

“Orangtua kami hanya petani kak, ga sanggup bayar kuliah”, pintanya

Saya Cuma menjawab,
"Orang yang punya mimpi besar harus diiringi dengan semangat besar, usaha yang besar, doa yang besar, dan berserah diri kepada Tuhan."
Kemudian saya berbagi beberapa tips ini kepada mereka (yang mana ini berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman saya di kampus):

Berikut langkah yang bisa dilakukan ketika kesulitan dana saat masuk kuliah baik itu masuk melalui jalur undangan PMDK atau SNMPTN, di antaranya:

1. Hubungi Saudara/Keluarga/Sanak Family
Tidak ada salahnya memohon bantuan kepada saudara/keluarga/sanak saudara yang memiliki rezeki berlebih dari Tuhan dengan perihal jelas untuk memasukkan anak/saudara ke perguruan tinggi. Langkah ini patut di coba pertama kali. Semoga dengan memberikan sebagian hartanya, seseorang tersebut semakin bertambah rezekinya. Namun, jika langkah ini tersendat atau tidak membuahkan hasil. Bisa lanjut ke langkah kedua.

2. Mendatangi organisasi kampus
Beberapa organisasi kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (Hima) biasanya memperjuangkan hal-hal seperti ini. Mahasiswa aktif memperjuangkan agar calon mahasiswa baru tidak mengalami kesulitan masuk kuliah ketika terbentur permasalahan biaya. Biasanya organisasi kampus memberi solusi atau bahkan menguruskan solusi untuk membantu hal ini, dengan syarat kita harus aktif juga menjalani tahap demi tahapnya. Biasanya BEM punya jaringan untuk beasiswa atau proses ke birokrasi kampus agar diberi solusi keringanan, yang penting nama calon mahasiswa sudah terdaftar dulu sebagai mahasiswa. Intinya jangan pernah malu.

3. Beasiswa
Langkah yang sangat direkomendasikan untuk permasalahan ini adalah mencari beasiswa. Siswa dan siswi yang akan/baru lulus dari SMA/sederajat yang ingin melanjutkan kuliah namun tidak ada biaya, bisa mendaftarkan diri melalui Program pemerintah yakni BIDIK MISI. Ini adalah salah satu program beasiswa prestasi untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia. (Informasi selengkapnya: http://bidikmisi.dikti.go.id/) Atau mungkin tersedia beasiswa-beasiswa lain dengan cara menanyakan ke SMA/sederajat, menanyakan ke senior yang pernah kuliah, melalui internet dan lain-lain.
Selain itu juga dapat dilakukan dengan mencari biaya seperti beasiswa kepada lembaga-lembaga sosial seperti Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, PKPU dan lain-lain. Walau ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, paling tidak itu jalan keluar yang masuk akal untuk dilakukan.
Biasanya beberapa pemerintahan provinsi dan pemerintahan kota/kabupaten ada yang menyediakan beasiswa bagi putra daerah yang berhasil lulus di perguruan tinggi negeri. Patut dicoba!.

4. Mendatangi pejabat instansi (Rektor, Dekan, Ketua Jurusan atau pejabat terkait yang bertanggungjawab masalah tersebut)
Jika ke semua langkah di atas telah buntu untuk dicoba, langkah terakhir yang patut dicoba adalah mendatangi langsung pejabat instansi seperti Rektor, Dekan, Ketua Jurusan atau pejabat instansi terkait yang bertanggungjawab terhadap masalah tersebut yang mampu dimintakan solusi untuk hal-hal semacam ini. Nekad memang!, etikanya dimana??. Stop dulu bicara etika, kita menghadapnya bukan dengan cara anarkis melainkan dengan merendahkan hati untuk mendapatkan solusi agar bisa kuliah di perguruan tinggi. Namanya juga jalan terakhir. Setidaknya, nama calon mahasiswa terdaftar dulu sebagai mahasiswa walaupun belum melunasi nominal angka pembayaran adminsitratif yang disyaratkan. Berat memang, tapi patut dicoba demi cita-cita dan mimpi yang besar. Jika kita dicemooh, direndahkan atau dimaki karena itu. Itulah yang harus kita ubah ke depan melalui mimpi besar kita, bahwa tidak harus seseorang mendapat cemooh atau makian terlebih dahulu baru bisa kuliah, dengan tersedianya jalur secara struktural dan gampang untuk kasus seperti ini.

Saat sudah duduk di bangku kuliah pun terkadang beberapa permasalahan dana masih saja menghantui di setiap pikiran, untuk itu agar dapat bertahan hingga menjadi seorang sarjana, saya ingin tambahan sedikit tips lagi:

1. Carilah beasiswa
Banyak sekali beasiswa jika kita sudah berada di dalam kampus, seperti beasiswa PPA/BBM/PPE, beasiswa dari instansi pemerintahan, BUMN, swasta yang informasinya dapat dilihat di mading-mading kampus, di internet, informasi dari organisasi mahasiswa dan banyak lainnya. Tentunya ada persyaratan yang harus diikuti, terutama IPK, untuk itu tetap jaga kualitas belajar, jangan pernah sedikitpun tersurutkan semangat sehingga IPK menjadi drop, usahakan IPK > 3,00 sehingga peluang untuk mendapatkan beasiswa menjadi lebih tinggi. Dalam hal ini saya menyarankan IPK didapatkan secara jujur, bertanggungjawab dan mencirikan kualitas diri.

Beberapa link yang patut dicoba di internet:
Beasiswa DIKTI (http://www.dikti.go.id/?page_id=395&lang=id)
Beasiswa Karya Salemba Empat (http://www.karyasalemba4.org)
Beasiswa Djarum (http://www.djarumbeasiswaplus.org/)
Beastudi Etos (http://www.beastudiindonesia.net/id/)

Dan masih banyak lagi beasiswa lain dengan cara memasukkan keyword beasiswa pada google.

2. Mencari penghasilan tambahan
Penghasilan tambahan dapat dilakukan dengan membuka wirausaha kecil-kecilan, seperti membuat roti bakar kemudian menitipkannya ke kantin-kantin kampus dan jenis usaha lainnya sesuai kemampuan.
Penghasilan tambahan lain dapat dilakukan dengan kerja part-time, dengan catatan tidak mengganggu kuliah dan organisasi. Pintar-pintar membagi waktu. Memang kadang kehidupan menjadi sedikit terasa kejam. Tapi, itulah bumbu-bumbu menuju kesuksesan. Misalnya bekerja catering pada sabtu-minggu, cuci motor, menjaga warnet dan lain-lain.
Bisa juga dengan menjadi penulis cerpen, berita, ataupun artikel-artikel. Saya pernah menulis cerpen dihargai 150ribu/cerpen. Lumayan kan??. Alamat redaksi dan trik tinggal cari di google.

3. Aktif di organisasi
Selain tujuan utama untuk melatih softskill dan menambah wawasan pengetahuan di lingkungan sosial. Dengan aktif di organisasi, teman-teman bisa mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah (Ini plus-nya loh). Mengenai beasiswa, karena beberapa senior yang telah lebih dulu mendapat beasiswa suatu instansi, tentu lebih dulu tahu informasi kapan bukanya registrasi, persyaratannya apa saja dan diberitahu kiat agar lolos di beasiswa tersebut bahkan jauh sebelum pengumumannya ada.
Informasi lomba, karena biasanya organisasi mendapat undangan atau tantangan untuk mengikuti sebuah lomba secara khusus sebelum ditempel pengumuman di mading-mading. Tidak ada salahnya ikut lomba, memanfaatkan minta, bakat dan/atau kemampuan akademis kita untuk mendapatkan hadiah yang bisa meringankan kesulitan keuangan kita sekaligus menjadi torehan prestasi bagi kita.
Informasi job, beberapa organisasi juga ‘lihai’ dalam mendapatkan link/jaringan untuk bekerja baik itu musiman pada event-event tertentu ataupun kerja secara part-time.

Cuma ini yang bisa saya berikan kepada teman-teman. Jika ada tambahan ataupun koreksi. dari rekan-rekan dan sesepuh. Silahkan komen aja.

Salam Pendidikan.
VM Atmanegara
(Berbagai sumber)
Labels: Artikel, Coretanku

Thanks for reading Tidak Punya Uang Bukan Kendala Masuk Kuliah. Please share...!

0 Comment for "Tidak Punya Uang Bukan Kendala Masuk Kuliah"

Terima kasih atas kunjungan Agan dan Sista.
Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun.
[VM Atmanegara]

Back To Top