LILLAHI TA'ALA (KARENA ALLAH) - Sisi Lain Young Engineer LILLAHI TA'ALA (KARENA ALLAH)

LILLAHI TA'ALA (KARENA ALLAH)

"It's not about being the best, it's doing your best that really matters"


"Ini bukan tentang menjadi yang terbaik, tetapi melakukan yang terbaik, itu sangat penting"


#Itu poto ganggu banget gan
#Itu buat hiasan quote nya gan
#Malah keliatan kaya "terjemahannya adalah" gitu gan
#Bodoamat

Seringkali diri kita terjebak dan berlomba-lomba menjadi yang terbaik, tanpa tahu bahwasanya untuk menjadi yang terbaik tentu harus didapatkan dengan cara yang baik dan pastinya melakukan yang terbaik, sehingga timbulah gesekan-gesekan dengan sesama manusia, maupun pertentangan spritual terhadap Sang Pencipta.

#Bahasa ente ketinggian gan, ngga ngerti nih, jelasin donk
#Etdah, ini kan baru mukaddimah bro, biar keliatan pinter gitu
#Yawdah, lanjut deh, biar gue tahu lu beneran pinter apa kagak, gan

Jadi begini saudara-saudara, pernah denger istilah 'cari muka'?. Nah, itulah salah satu gesekan negatif yang bakal timbul di lingkungan sosial kalau kita hanya pengen jadi yang terbaik dengan cara agak maksa. Bekerja bukan karena ibadah, bukan karena tugas dan kewajiban, tetapi karena pujian, uang atau ujung-ujungnya jabatan.

Sumber Gambar: Gaspol.com
Sikap tersebut menjadi lebih parah jika ditambah dengan menjelek-jelekan rekan kerja ke atasan atau rekan kerja lain. Ya, ini bisa saja terjadi, jika orientasinya menjadi yang terbaik, bukan melakukan yang terbaik. Mengapa?. Karena manusia dianugerahi kepintaran melalui otaknya untuk menilai sesuatu, melihat prestasi kerja orang lain lebih bagus dari kita, malah menjadi iri, sakit hati, dan dengki sehingga berusaha menjatuhkannya dengan menjelek-jelekannya.

Kira-kira ilustrasinya seperti ini. Ketika melihat hasil kerja orang lain lebih bagus dan dipuji oleh bos, di mulut mulai bergerutu, "Apaan tuh, gitu doang mah gue juga bisa". Nah, tahap iri mulai terdeteksi. 
"Anjir, Bos seneng lagi sama hasil kerja dia". Mulai deh sakit hati. "Awas aja, gue tahu, itu kerja juga boleh nyontek dari perusahaan lain". Lah, makin parah, menuju ke penyakit dengki.

Sumber Gambar: http://ask.fm/

#Kalau ambil muka bintang pelem korea, boleh gak gan?
#Serah lo dah bro

Padahal hal seperti ini tidak usah terjadi agar ketenangan spritual diri dapat dicapai. Bayangkan, jikalau gagal dalam menjelek-jelekan. Si teman tadi malah melejit karirnya, hidupnya harmonis, hartanya cukup dan mukanya setiap hari semakin berseri dan bersemangat. Jadi mati kutu sendiri dan ujung-ujungnya jantungan dan .....

#Teeeeeeet, sensor gan
#Dan sembuh kalau cepat menyadarinya. Itu lo sambungannya
#Gag yakin gue
#Yawdah kalau gag yakin
#I know who you are, Gan
#Sok know gue banget sii

Satu hal lagi, jika orientasi diri menjadi yang terbaik, bukan melakukan yang terbaik, pasti diri kita ini menjadi takut berbuat salah, sehingga menjadi ragu-ragu dalam bertindak. Ketika ada resiko teridentifikasi, berusaha menghindarinya atau bahkan malah 'menumbalkan' orang lain untuk menghadapinya. Dalam kata lain disebut 'main aman'.

Sumber Gambar: http://sibuk.id
#Terus, harusnya gimana dong qaqaq
#Sok imut banget sih loo
#Jangan gitu qaqaq, lanjutin donk
#Iyuhh

Yuk, mari perbaiki orientasi kita. Sebenarnya dalam agama kita sudah diajarkan untuk Lillahi Ta'ala (Niat karena Allah).  Secara umum diartikan, niatkan untuk ibadah kepada Tuhan. Hal inilah yang mendorong kita untuk melakukan usaha yang terbaik dan tentunya dengan keridaan Tuhan. 

Liat saja perbedaannya, tidak perlu 'cari muka' kepada atasan, tidak perlu menjelekan orang lain, tidak perlu takut salah. Hanya perlu mencari keridaan Tuhan. Percaya saja, Tuhan Maha Mengetahui isi hati dan Maha Pemberi Petunjuk. Terus Bagaiman jika kita tidak menjadi yang terbaik?. Percaya saja, terbaik di mata Tuhan lebih tinggi derajatnya dibanding terbaik di mata manusia. Maka lakukanlah semuanya sesuai dengan aturan Tuhan. Jika pun terjadi hal yang membuat kita dipersalahkan. Percaya saja, pasti ada hikmah atau pelajaran yang ingin diberikan Tuhan kepada kita. Hidup pun menjadi lebih tentram dan tenang. Toh, yang dilakukan adalah beribadah. 

#Sulit, gan, kadang-kadang muncul begitu aja sifat irinya
#Itu biasa, sifat manusia, setan kan masih online terus dalam menggoda hati manusia
#Terus gimana kalau tergoda
#Bentengi aja dengan zikir dan doa

Oke, Gan. Mari saling mengingatkan dalam hal ini. Semoga kerendahan hati selalu bernaung di bawah keridaan Tuhan ya Gan. 

Salam Semangat
VM Atmanegara

Labels: Artikel, Coretanku, Kerja, Motivasi

Thanks for reading LILLAHI TA'ALA (KARENA ALLAH). Please share...!

6 Comment for "LILLAHI TA'ALA (KARENA ALLAH)"

Mantap juo uda wak ko klo jadi pembicara nak ah. Klo kan buek acara motivator, kaba kabari yo da. Mana tau wak bisa caliak.

Kan uda juo yang maajaan wak mah,, hehehe

Cuma agak payah lo wak menghadapi urang caper ko. Raso ka dipangaan lah. Hahaha

kadang urang caper ko dapek ganjaran sorang mah udafanz

Terima kasih atas kunjungan Agan dan Sista.
Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun.
[VM Atmanegara]

Back To Top