Soekarno: Sang Orator Ulung - Sisi Lain Young Engineer Soekarno: Sang Orator Ulung

Soekarno: Sang Orator Ulung

Setiap orang di Indonesia pasti mengenal Ir. Soekarno. Beliau lebih akrab di panggil Bung Karno. Seorang Bapak Bangsa, Presiden pertama Republik Indonesia, Pahlawan Proklamasi. Dilahirkan di Surabaya tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo, kemudian berganti nama menjadi Soekarno. 


Sumber Gambar: www.poztmo.com
Sosok Bung Karno yang saya kagumi adalah sebagai seorang orator ulung. Mendengar pidato-pidato Bung Karno selalu membuat tubuh merinding untuk merasakan ketegasan harapan. 

Terlepas dari apapun berita miring tentang Bung Karno. Cara pemikirannya, orasi-orasinya dan pidato-pidatonya tetap menjadi salah satu inspirasi saya. Suara dan tulisannya selalu mampu mengangkat semangat saya. 

Penderitaan Bung Karno dalam perjuangannya memerdekakan dan membangun Indonesia tidak pernah tergambarkan di wajah dan ucapannya. Bahkan tertutupi oleh lantang suaranya yang mengajak rakyat untuk bangkit bergerak maju menyongsong masa depan dengan kekuatan tangan sendiri.

Berikut kutipan Kata-Kata Bung Karno yang menggambarkan ketegasan harapan : 
  • Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi, 1963] 
  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. [Pidato Hari Pahlawan, 10 Nop.1961] 
  • Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. 
  • Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. 
  • Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. 
  • Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka. 
  • Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan. 
  • Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat. 
  • Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia 
  • Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya 
  • Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang. 
Menurut beberapa sumber Bung Karno sudah menjadi orator ulung sejak berusia muda. Bung Karno muda adalah seorang anak kos di Surabaya (rumah Ketua Sarekat Islam, HOS Cokroaminoto). Bung karno sering berlatih pidato sambil berteriak-teriak di kamarnya yang sempit. 

"Biasa, Soekarno sedang berusaha menyelamatkan dunia," sindir teman-teman kosnya jika mendengar Bung Karno berteriak-teriak di malam hari. 

Bung Karno berpidato pertama kali berpidato saat menggantikan Cokroaminoto dalam sebuah pertemuan. Pidato pemuda belasan tahun itu berhasil membakar semangat peserta rapat. Selanjutnya, Bung Karno sering dipercaya menggantikan Cokroaminoto berpidato. 

Bung Karno semakin menunjukkan eksistensinya sebagai orator ulung saat berada di Bandung. Pidato-pidatonya di depan puluhan ribu rakyat berhasil membakar semangat. Suaranya naik turun mengikuti irama pidatonya. Jika memaki kolonial, maka Bung Karno akan berteriak sejadi-jadinya. Tangannya mengepal ke udara, meninju langit. Beliau tidak pernah takut, meskipun hal ini yang menyebabkannya selalu diawasi polisi Belanda. Belanda saat itu takut pidato Bung Karno akan membuat rakyat bangkit melawan penjajah. 

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, pidato 17 Agustus yang dibacakan Bung Karno selalu dinanti-natikan rakyat. Bung Karno selalu berimprovisasi, meskipun sudah ada teks pidato yang disiapkan. Puluhan ribu orang akan berdatangan untuk menyaksikan orasi Bung Karno.

Yuks, Simak dan Rasakan Gelora Pidato Bung Karno:
Sumber Video: Youtube by Hari Windscale

Salam Sejarah,
VM Atmanegara

Sumber Tulisan: 
Labels: Artikel, Blogger, Bung Karno, Indonesia, Proklamator, Sejarah, Soekarno

Thanks for reading Soekarno: Sang Orator Ulung. Please share...!

4 Comment for "Soekarno: Sang Orator Ulung"

Cukup lengkap...kisah tentang bung karno gak pernah bosan disimak ya

kita akui beliau adalah poklamator dengan segala kelebihan dan kekurangannya

iya,, umumnya semua sejarah sangat menarik untuk dikenang

perjuangannya dalam memerdekakan dan membangun Indonesia patut diacungi jempol

Terima kasih atas kunjungan Agan dan Sista.
Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun.
[VM Atmanegara]

Back To Top