MENGAGUMI RATUKU - Sisi Lain Young Engineer MENGAGUMI RATUKU

MENGAGUMI RATUKU

Semenjak proses kehadiran Athar Martin, seorang pangeran yang tampan dan lucu melengkapi Kerajaan Kecil kami. Saya menjadi mengagumi Sang Ratu melebihi biasanya. Saya melihat sebuah perjuangan yang luar biasa, kesabaran yang luar biasa, semangat yang luar biasa, dan semua hal positif yang luar biasa dalam diri Sang Ratu. Ke-'luar biasa'-an yang mampu mendewasakan pola pikir dan perasaan saya. Suatu percikan yang membimbing saya mempersiapkan diri menjadi seorang Raja yang mampu mengayomi keluarga kelak. Setidaknya, terdapat tiga periode masa yang secara bertahap benar-benar mendewasakan pola pikir dan perasaan saya.

#Makanya, kurang-kurangi ngeyelnya, Gan
#Ngomong apa sii, Bro?
#Tuh kan, dikasi tau masi ngeyel
#Iya deh Iya
#Kok pakai "deh"?
#Iya Bro, nurut
#Gitu Donks




Masa-Masa Kehamilan

Sembilan bulan bukanlah waktu yang singkat yang harus dilalui oleh seorang istri dalam penantian buah hati. Tiga bulan pertama, istri memiliki beban berat dalam mengatur pola makan, pola istirahat, dan pola kerja. Di satu sisi, istri memikirkan anak yang ada di dalam perutnya, sehingga menjadi super hati-hati dalam mengkonsumsi makanan, menerapkan jadwal istirahat yang sesuai, dan tidak melakukan pekerjaan yang berat. Sebab, pada masa ini, janin masih dalam masa pertumbuhan dan sangat sensitif sekali. Di sisi lain, istri masih harus menunaikan tugasnya mengurus rumah tangga. Kelebihannya, Sang Ratu tidak pernah mengeluh dan tetap berusaha menyiasatinya. Saya mengagumi kasih sayangnya yang luar biasa terhadap keluarga. Melihat istri berusaha keras mengatur siasat, saya sedikit demi sedikit tergerak membantu pekerjaan rumah, walaupun hasil pekerjaan saya masih jauh level-nya jika dibandingkan dengan hasil pekerjaan istri. Bahkan terkadang, keterlibatan saya hanya menimbulkan kekesalan bagi Sang Ratu, karena membuat pekerjaan menjadi 'dua kali kerja', misalnya mencuci piring tidak bersih, membersihkan kamar mandi tetapi tidak ada perubahan, dan reputasi buruk saya lainnya dalam mengerjakan pekerjaan rumah. 

#Makin nyusahin elu mah, Gan
#Namanya juga usaha, Bro
#Makanya nyang ikhlas kalo bantuin istri
#Ikhlas kok
#Masa??, Kita lihat saja kelanjutannya, Gan
#Oookeeh



Tiga bulan kedua, kekuatan istri mulai memulih, mual dan pusing berkurang dari biasanya. Nafsu makan juga perlahan meningkat, namun bobot anak di dalam perut semakin bertambah. Istri dengan penuh semangat mulai memanfaatkan masa ini untuk mengisi nutrisi secara optimal. Konsumsi buah-buahan, sayuran, dan hidangan sehat lainnya. Kekhawatiran pada makanan luar, memunculkan semangat istri saya untuk mempelajari resep dan memasaknya sendiri. Istri bukanlah tipe orang yang suka merengek atau punya ngidam yang aneh. Jika menginginkan sesuatu, istri memasak sendiri tanpa menyusahkan suami. Saya mengagumi kemandiriannya yang luar biasa. Sebelumnya, saya merasa bersalah karena sering bersikap cuek. Percikan bagi diri saya untuk mencoba memberikan ketentraman padanya. Belajar menyuapi, belajar saling berbagi cerita dan rasa. 

abuathar
Sumber: https://www.go-dok.com/


Tiga bulan ketiga, anak mulai memberikan sentuhan-sentuhan kecil dari dalam perut, istri pun membalasnya dengan belaian lembut sambil seolah bercerita berdua. Keintiman ibu dan anak yang seolah saling mengerti satu sama lain. Senyuman demi senyuman yang berisikan kesenangan bercampur haru menghiasi hari-hari saya. Sang Ratu mulai menunjukkan sisi keibuannya lewat interaksi tersebut. Momen yang paling membuat saya terenyuh adalah percakapan mereka berdua di salah satu pagi. Sang Ratu membelai perutnya sambil berkata "Nak, kita buatin sarapan buat Abi yaa!" dan anak pun seolah mengerti membalas dengan gerakan kecil yang membuat Sang Ratu semakin bersemangat. Saya mengagumi kelembutannya yang luar biasa. Saya mulai membiasakan diri juga untuk memanjakan istri dengan memberikan pijatan pada saat-saat Sang Ratu terlihat lelah, dan memberikan belaian pada kepalanya saat sebelum tidur. 

#Gitu donk, jangan maen game online mulu
#Ga maen game online kok, Bro
#Terus kenapa masih pegang hape??
#Nonton youtube, Bro
#Sama aja, tarok hapenya, pegang tuh istri




Masa Melahirkan

abuathar
Sumber: http://nova.grid.id/
Perjuangan melahirkan menjadi cambukan yang paling keras bagi saya dalam instropeksi diri. Saya mendampingi istri saat proses melahirkan normal, dan langsung menyaksikan jalannya proses melahirkan. Betapa pertaruhan nyawa yang harus dilalui oleh istri untuk menghadirkan buah hati ke dunia. Rasa sakit sudah tidak digubris lagi, selama proses terlihat begitu beratnya perjuangan istri sampai akhirnya anak mengeluarkan suara tangisannya yang pertama. Saya mengagumi perjuangannya yang luar biasa. Proses ini mengajarkan saya bahwasanya tidak seharusnya saya melukai hati perempuan, terutama ibu dan istri, karena terlalu egois jika saya menambahkan lagi rasa sakit selain rasa sakit melahirkan ini.

#Kagak laki namanya, Gan. Kalo cuma bisa nyakitin istri dan emakk
#Iya, Bro,
#Iya apa?
#Kagak laki, Bro
#Kagak laki apa?
#Kalo cuma bisa nyakitin istri dan ibuk
#Nah, inget-inget tu




Masa Merawat Anak

Istri memilih untuk meninggalkan pekerjaannya dan fokus merawat anak di rumah. Pilihan yang mulia yang patut saya acungi jempol. Selain itu, Sang Ratu juga mengorbankan tenaganya walau masih belum pulih sempurna untuk mengurus anak. Anak bayi yang kerap menangis tanpa kenal waktu, baik siang maupun malam, membuat Sang Ratu harus mengorbankan waktu tidur dan istirahatnya. Tanpa mengeluh, setiap hari istri memulai membiasakan diri dengan rutinitas baru, yaitu memandikan, menyusui dan membereskan buang air anak. 

abuathar
Sumber http://doktersehat.com



Seiring bertambahnya umur anak, bersikap sabar dalam membimbing anak belajar tengkurap, berguling, merangkak dan berjalan. Membekali diri untuk memenuhi kebutuhan pangan anak secara bertahap dari ASI, susu botol, buah-buahan, bubur susu, biskuit, bubur tim, dan nasi. Mengesampingkan rasa lelah dalam menemani anak bermain. Mengajari dengan perlahan gerakan-gerakan dan kata-kata kepada anak. Saya mengagumi pengorbanannya yang luar biasa. Sudah seharusnya bagi saya untuk semakin kuat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri. Serta, mendorong saya untuk menyempatkan waktu untuk ikut terlibat dalam interaksi kasih sayang dalam keluarga kecil kami.

#Cari duit yang halal tapi ya, Gan
#Pasti Bro
#Biar apa?, Biar Baro....
#Kah
#Pinter, Biar Barokah



Mengagumi istri sendiri tidak ada salahnya kan yaa?. Kalau ditanya kuat mana istri atau suami. Jawabannya istri. Bisa begadang mengurus anak, bisa masak sambil gendong anak dan lain-lain. Asal jangan sakiti hatinya, karena itu dapat melemahkannya dalam sekejap. Ada sebuah Hadist Riwayat Tirmidzi menjelaskan "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istri-istrinya." Tugas suami, cari nafkah dan hadirlah sebagai imam yang baik dalam keluarga. Nasehat untuk diri sendiri sih ini.



Salam Keluarga Bahagia,
Abu Athar




Labels: Artikel, Coretanku, Keluarga

Thanks for reading MENGAGUMI RATUKU. Please share...!

12 Comment for "MENGAGUMI RATUKU"

Ini... so sweet banget.

Apalagi pas sampai di bagian ini:

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istri-istrinya."

Cuma sedikit saran nih:

Kalau bisa tulisannya di kasih jarak, demi kenyamanan membaca, maksimal 4-5 baris per alinea. Kalau bisa 3,lebih baik.




memang istri sendiri perlu dikagumi jangan pernah ngagumi istri oranglah

Biar ga ikutan hits kayak di tipi2 yak sist,, wkwk

Istri akan lebih strong dengan adanya perhatian suami.. Terlebih dalan menjalani masa kehamilan, persalinan dan pendidikan anak yg pasti kedepannya akan ada drama dalam pengasuhan.

Selamat menjadi ayah..

Waduh, saya dari tadi gak bisa komen di kotak bawah, Mas. Jadi di sini saja yang bisa terbuka ini ..


Terharu. Jarang2 lho suami nulis kayak begini, apalagi mengatakannya langsung :)

Semoga samara selamanya.

Kotak komentar ya,,
sy cek ricek dlu deh,,

Aamiin,, terima kasih

Wah, wah, wah, keren banget nih tulisannya. Pake ada sesi dialog segala. Keren lah pokoke. Naaah, kalau udah tau perjuangan Sang Ratu itu, maka lebih dalam lagi ya kalo berbakti sama Ortu, terutama Sang Ibu. Karena sesukses apapun dikau pasti ada do'a itu yang terselip di sana. Ayo cepat peluk ibumu, hehe...Kalo jauh ya tinggal komunikasi aja via hape. Semogaa sukses jadi Sang Raja dalam Kerajaan Kecilmu.

Siap Bunda,, terima kasih

Semoga saling menyayangi dan mengagumi. Samara selamanya.

Terima kasih atas kunjungan Agan dan Sista.
Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun.
[VM Atmanegara]

Back To Top