KUNCI MEMBUAT PEKERJAAN BERKUALITAS - Sisi Lain Young Engineer KUNCI MEMBUAT PEKERJAAN BERKUALITAS

KUNCI MEMBUAT PEKERJAAN BERKUALITAS

Menjadi seorang pegawai atau karyawan merupakan pilihan profesi yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh.  Baik pegawai swasta, pegawai BUMN maupun pegawai negeri sipil. Kesungguhan itu dapat terlihat dari proses dan hasil kerja karyawan tersebut. Jika, seorang karyawan menunjukkan keseriusan dan upaya yang baik dalam memenuhi tanggungjawab, maka akan didapatkan hasil pekerjaan yang berkualitas. Pun sebaliknya, jika seorang karyawan tidak serius dan tidak memiliki upaya yang baik untuk memenuhi tanggungjawabnya, maka hasil perkerjaan yang didapatkan hanya akan 'ala kadarnya'.



Seorang karyawan tidak perlu mengasah lidah untuk menjilat atau merayu atasan, mengklaim hasil kerja orang lain atau bahkan menjatuhkan teman sekerja untuk mendapatkan perhatian dan promosi dari atasan. Cukup dengan menunjukan proses kerja yang sungguh-sungguh dan hasil kerja yang berkualitas. Berikut disajikan tahapan-tahapan kunci membuat pekerjaan berkualitas:



Menentukan Target dan Merencanakan Aktivitas 

Untuk mendapatkan hasil perkerjaan yang berkualitas, hal pertama yang harus dilakukan adalah merencanakan target. Target pekerjaan harus sejalan dengan target perusahaan, dalam salah satu istilah disebut Key Performance Indikator (KPI). Setelah target ditentukan, hal yang harus dilakukan yaitu membuat detail aktivitas untuk mencapai target tersebut. Detail aktivitas harus mempertimbangkan ketersediaan waktu, sistem operasional dan sumber daya manusia yang dimiliki, agar dapat terukur dan bisa di evaluasi dengan tepat. Sebuah perusahaan yang settle, jika dibandingkan dengan perusahaan project, detail aktivitasnya pasti akan berbeda.



abuathar
Sumber: http://transferfactorplusindonesia.com



Optimalisasi Proses

Dalam proses pencapaian target, timeline perencanaan target dan aktivitas harus dijadikan guidance dalam melakukan proses. Hal yang pertama harus dilakukan adalah pengecekan kesiapan. Pertama, kesiapan manusianya. Untuk hasil yang optimal, tentunya perlu menerapkan prinsip right man in the right place, hal ini bertujuan untuk efisiensi dan efektifitas. Jika proses hanya dilakukan sendiri atau one man show, hal yang perlu dilakukan adalah segera mempelajari ilmu yang diperlukan atau paling kepepet gunakan prinsip learning by doing.



abuathar
Sumber: http://bkpsdm.naganrayakab.go.id


Kedua, ketersediaan tools-nya. Jika manusianya tersedia tetapi alat kerjanya tidak tersedia, pastinya proses tidak akan berjalan. Ketiga, ketersediaan sistem dan prosedur. Suatu proses akan berjalan lancar jika sudah diarahkan dengan sistem dan prosedur yang memadai. Jika tidak, maka variasi atas hasil dari sebuah proses akan memiliki range yang sangat besar. Sebagai contoh, dalam dunia manufaktur dikenal istilah cek kesiapan 4 M (Man, Material, Machine, & Methode).


Dalam melakukan proses, kondisi kerja, urutan proses kerja dan waktu yang diperlukan harus mengikuti standard atau kondisi ideal. Penyimpangan kondisi aktual dengan kondisi ideal hanya bisa dijalankan dengan pertimbangan atau analisa dan evaluasi yang mumpuni.



Evaluasi Hasil

Setelah melakukan proses, hasil kerja harus disandingkan dengan target kerja. Jarak yang timbul di antar keduanya, harus ditelaah secara detail permasalahannya dan penyebabnya, untuk mempermudah mencari jalan keluar yang tepat. Selain itu, identifikasi masalah tersebut diperlukan sebagai referensi agar masalah yang sama tidak terjadi lagi. Evaluasi yang seperti ini adalah cara yang paling adil dalam menilai pencapaian target. Perlu diingat, pencarian masalah dilakukan secara obyektif bukan subyektif. Kalaupun melekat fungsi kerjanya pada seseorang, jalan keluar yang muncul adalah melakukan perbaikan pada fungsi kerjanya, bukan pada pribadi orangnya. Jika berkenaan dengan pribadi atau keperibadian, langkah yang dilakukan adalah konseling.


abuathar
Sumber: http://azmi648.blogspot.com




Pengembangan


Dalam pengembangan hasil kerja perlu dilakukan upaya-upaya yang berkelanjutan untuk mengembangkan proses dan hasil. Langkah awal, tentukan beberapa alternatif langkah pengembangan yang akan dilakukan. Kemudian diterapkan secara bertahap ke proses yang sudah standard. Jika membuahkan hasil yang lebih baik berdasarkan suatu pengukuran yang akurat, maka lakukan re-standardisasi menggunakan metode yang lebih baik. Namun, jika hasilnya sama atau tidak lebih baik, maka beralihlah ke alternatif lain. Dalam hal pengembangan, selalulah mencari peluang dan poin baru yang dapat membawa manfaat ke arah yang lebih baik.



Salam Buruh,
Abu Athar


Labels: Artikel, Coretanku, Kerja, Motivasi

Thanks for reading KUNCI MEMBUAT PEKERJAAN BERKUALITAS. Please share...!

16 Comment for "KUNCI MEMBUAT PEKERJAAN BERKUALITAS"

Kalau saya suka bikin list to do untuk kerjaan kantor. Sama tulis di kertas kecil dan ditempel di komputer jadi selalu kebaca apa yang harus dilakuin :D

Salah satu trik yg menarik can,, tinggal dikasi deadlinenya yak

Bermanfaat sekali artikelnya..

Saya setuju bahwa penyusunan KPI harus sejalan dengan target organisasi/perusahaan. Walaupun tak dapat dipungkiri kenyataannya menyusun sebuah KPI yang mewakili target perusahaan pun tak mudah.

Alhasil, ada kasus ketika KPI individu tercapai tapi secara bisnis kok rugi.

Sejatinya KPI individu adalah terjemahan operasional dari sasaran besar organisasi. Karena setiap individu punya peran untuk berkontribusi pada pencapaian target organisasi di lingkup pekerjaannya masing-masing.

Jadi, bukan sekedar kan KPI saya sudah tercapai 😊

makasih sharingnya, segala sesautu itu hrs berkualitas baik untuk hsl yg baik dan tdk semua orang berpikri\\iran spt ini

SDM dan perangkat yang memadai bisa menjadi modal perusahaan buat semakin maju.

KPI individunya harus d breakdown dari KPI perusahaan,, karena membangun perusahaan itu harus sumbangan dari semua individu yang ada yabg bergerak ke arah yg sama

Sama-sama sis,, kerja yang cuma target selesai saja akan beda dg kerja yang selesai dg kualitas baik,,

Yaps betul,, tinggal diarahkan agar dikelola dg baik

Keren artikelnya, semoga bisa dibaca dan dipahami oleh para pekerja.

Aku bacanya ngangguk-ngangguk. Mudah-mudahan saja benar aku aplikasikan. Semangaaaat! 😅😁

Makasi,, smga memberi manfaat,,

saya pengen resign by 40, haha sekarang masih kerja semangat-semangat saja, tapi saya tidak membaut target apapun, palingan dari kantor memberikan pelatiahn untuk pengembangan diri

Harus ada target atuh,, biar makin semangat

Terima kasih atas kunjungan Agan dan Sista.
Silahkan berkomentar dengan bijak dan santun.
[VM Atmanegara]

Back To Top